Bismillah
Cerita :
Biasanya instalasi linux memang lebih mudah via CD-ROM,
demikian juga Slackware-Linux. Tetapi hal tersebut bukanlah
satu-satunya metode instalasi yg disediakan. Ada metode
instalasi yg unik dan menguntungkan, yakni via NFS (Network
File System).
Metode ini terbilang unik karena komputer yg akan di-instal
hanya membutuhkan booting saja (via Floppy atau CD-ROM),
dan selanjutnya akan diumpankan via NIC (Network Interface
Card) /kartu jaringan. Sekali booting, maka client akan ter-
sambung ke Server dan siap untuk di-install.
Catatan :
anda sudah menguasai metode instalasi via CD-ROM.
Keuntungan :
1).Kecepatan transfer file instalasi tentunya lebih singkat
daripada media CD-ROM. Coba kita bandingkan, CD-ROM
(saat ini umum 52x) sekira 7.800kB/sec. sedangkan NIC
(saat ini umum 100MBps) sekira 12.500kB/sec. , maka
terlihat ada peningkatan kecepatan 60%. Perbandingan
tersebut tidak mempertimbangkan bila media CD tergores,
yang tentu akan menyebabkan turunnya kecepatan baca
CD-ROM, alias semakin lambat.
2).Client hanya membutuhkan booting, selanjutnya media
booting (Floppy atau CDROM) bisa dilepas dan melanjutkan
instalasi di komputer lainnya. Kita tidak perlu mengganti-
ganti CD instalasi (bilamana lebih dari satu), tidak perlu
selalu membawa CD instalasi ke tiap komputer (kecuali
untuk boot), tidak perlu ragu dg media CD instalasi yg
tergores (karena semua file sdh disalin ke Server).
3).Kita dapat melakukan instalasi beberapa komputer secara
bersamaan.
Dengan anggapan instalasi penuh (full-install), maka dengan
sekali booting, komputer client bisa ditinggalkan untuk menye-
lesaikan instalasinya (hingga tahapan boot manager). Selama
jangka waktu itu pula, kita bisa berpindah ke komputer lain untuk
melakukan instalasi yg sama. Berapa banyak komputer yg bisa
kita install bersamaan ? Itu bergantung pada kecepatan LAN yg ada.
Kerugian :
1).Perlu ruang lebih di hard disk server untuk salinan CD-ROM
instalasi, setidaknya sejumlah CD yg ada (Slackware 12.0
menggunakan 3 CD).
2).Perlu setting layanan NFS dan remote-boot. Walaupun saat
ini cara settingnya sudah dipermudah.
3).Tetap diperlukan media booting awal, baik menggunakan
Floppy maupun CD-ROM, kecuali bila kita menggunakan
kartu PXE.
Langkah-langkah :
A.Membuat folder file-file instalasi
1).Baca petunjuk yg disertakan di CD-2 Slackware 12.0, ada
di path : /usb-and-pxe-installer/readme_pxe.txt
File ini sebenarnya sudah menerangkan tentang apa yang
ditulis disini, tapi kita tetap bahas karena mungkin saja agak
susah diwujudkan.
2).Salin semua folder dari CD-Instalasi ke hard disk Server.
Tentukan sendiri nama folder tujuan di Server ini,
misalkan : /slackware.
#mkdir /slackware
Catatan :
anda sudah menguasai command untuk copy folder, atau
silakan coba dengan midnight commander (mc) untuk
mempercepat proses salin folder ini. Berikut nama folder
dari CD instalasi yg disalin ke Server :
/a, /ap, /d, /l, /n, /tcl, /x, /xap
B.Membuat layanan remote-boot dan NFS
1).Siapkan layanan remote-boot (booting via jaringan)
-Buat folder remote-boot
#mkdir /tftpboot
-Edit file agar folder remote-boot nantinya ikut diekspor
Catatan :
gunakan editor yg biasa anda gunakan, kalau penulis terbiasa dg mc.
#vi /etc/exports (atau)
#mc -e /etc/exports
Contoh isi /etc/exports :
/tftpboot 192.168.0.0/255.255.255.0(ro,no_root_squash,sync)
/slackware 192.168.0.0/255.255.255.0(ro,no_root_squash,sync)
pada file tersebut dinyatakan bahwa folder tftpboot dan slackware
diekspor untuk dapat diakses oleh client.
-Edit konfigurasi inetd, supaya tersedia layanan remote-boot
#vi /etc/inetd.conf (atau)
#mc -e /etc/inetd.conf
-Hilangkan tanda # pada baris berikut :
#tftp dgram udp wait root /usr/sbin/in.tftpd in.tftpd -c -s /tftpboot -r blksize
-Aktifkan script inetd
#chmod 755 /etc/rc.d/rc.inetd
-Ulangi layanan inetd :
#/etc/rc.d/rc.inetd restart
2).Siapkan layanan NFS (berbagi file) dan DHCP (berbagi IP)
-Aktifkan script NFS
#chmod 755 /etc/rc.d/rc.nfs
-Hidupkan layanan NFS
#/etc/rc.d/rc.nfs start
-Edit file agar dhcp daemon berfungsi
#vi /etc/dhcpd.conf (atau)
#mc -e /etc/dhcpd.conf
Contoh isi /etc/dhcpd.conf :
next-server 192.168.0.1;
default-lease-time 21600;
max-lease-time 21600;
option subnet-mask 255.255.255.0;
option broadcast-address 192.168.0.255;
option routers 192.168.0.1;
option domain-name-servers 192.168.0.1;
subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 {
range dynamic-bootp 192.168.0.5 192.168.0.15;
filename "pxelinux.0";
}
pada file tersebut dinyatakan bahwa file pxelinux.0 akan
diakses oleh client sebagai file booting, melalui server
dengan IP: 192.168.0.1
-Hidupkan layanan dhcpd
#dhcpd
3).Salin file-file berikut ke folder /tftpboot sbb :
(File-file di bawah ini berasal dari CD ke-2, yang akan digunakan
untuk melakukan proses booting di client)
/tftpboot (folder ini berisi file berikut)
f2.txt
initrd.img
message.txt
pxelinux.0
pxelinux.cfg
/tftpboot/kernels/hugesmp.s (folder ini berisi file berikut)
bzImage
/tftpboot/pxelinux.cfg (folder ini berisi file berikut)
@default (softlink ke pxelinux.cfg_default)
pxelinux.cfg_default
C.Membuat media booting dan boot-up client
1).Siapkan floppy / CD-ROM untuk booting
Ambil saja dari internet di URL :
floppy atau CD-Rom boot
atau gunakan simpanan ku berikut ini:
floppy-boot
Catatan :
Setelah download, sila gunakan gunzip untuk ekstrak file
tersebut. Hasilnya bisa direkamkan ke floppy dgn command:
#cat eb-net.dsk /dev/fd0
2).Silakan booting client dengan floppy disk tersebut.
3).Selesai booting maka akan muncul tawaran install.
Pada tahapan ini, masukkan dulu driver NIC kita dengan
mengetikkan command
#network
3.a).Tekan Enter untuk auto-detect driver NIC. Bila hal ini tidak
berjalan lancar, silakan lihat daftar driver-nya (tekan “L”). Setelah
itu masukkan command
#p nama_driver
Misalnya : #p 8139too (untuk NIC realtek8139)
3.b).Setelah driver dimasukkan sbg modules, maka lanjutkan
dengan proses setup. Masukkan command
#setup
3.c).Pada saat ditanyakan media instalasi, silakan pilih NFS.
Proses akan berlanjut dengan menanyakan
- IP client (silakan isi sembarang, selama masih dalam grup LAN).
Misalnya : 192.168.0.2
-IP server (silakan isi dengan IP server, yg menyediakan NFS)
Misalnya : 192.168.0.1
-IP name server (samakan saja dengan NFS)
-Direktori yg di impor (folder tempat file instalasi)
Misalnya : /slackware (seusai file yg di ekspor pd poin B.1.)
-Jawab “no” bila kita yakin bahwa folder yg di ekspor sudah
benar, jawab “yes” bila ingin perbaiki nama folder ekspornya.
-Bila kita telah mengekspor dengan benar, maka akan muncul
semua folder instalasi yg siap di-install-kan ke client.
-Silakan pilih full untuk mempercepat proses, karena kita tidak
akan memilih paket satu-per-satu.
4).Selesai poin 3.c. maka kita bisa lanjutkan seperti instalasi
normal via CD-ROM.
Selamat menikmati instalasi unik via NFS.

