BismilLah
Cerita:
Hmm sebenarnya sih ini bukan ide baru kalo di GNU/Linux tapi sayangnya
seringkali fasilitas ini dilewatkan begitu saja, mengingat omongan orang
yang menyatakan bahwa komputer desktop sudah murah saat ini (padahal
harganya masih di atas dua juta … masih mahal tuh).
Oke, itu laen cerita … tapi yang ini sih aslinya begini … wew mbulet ![]()
Hmm … singkatnya kita ingin memanfaatkan komputer (selanjutnya kita
sebut PC) yang berdayaguna besar untuk berbagi dengan PC lain yg lebih
kecil dayagunanya.
Misalkan PC dengan CPU Intel/AMD bertenaga 2Ghz (memori 1Gb,
harddisk 80Gb plus NIC 100Mbps) ternyata mampu berbagi dengan 6
(enam) PC Intel/AMD bertenaga 300Mhz (memori 64Mb, NIC 100Mbps,
plus floppy atau CD-Rom).
Semua aplikasi yg berada di PC server (yang berdayaguna besar) bisa
dinikmati oleh PC client (yang berdayaguna kecil). Demikian pula
perangkat hardware-nya (asalkan sudah disetujui hak aksesnya oleh root).
Hasilnya PC “tua” tadi akan mampu bekerja dengan aplikasi mutakhir
(baca: saat ini) tanpa harus di-upgrade (baca: diperbaharui perangkat
kerasnya). Di sisi lain PC “tua” juga termanfaatkan penuh, karena bisa
digunakan untuk pekerjaan sehari-hari, dan itu berarti kita telah memiliki
jaringan komputer tanpa harddisk.
Bagaimana, anda tertarik ? Yuk kita coba rakit jaringannya ….
Yang penting anda jangan mudah jemu dan putus-asa untuk mencoba
Langkah-langkah:
A. Persiapan PC Server.
(Saran: Minimum CPU Intel/AMD bertenaga 1Ghz, memori 1Gb,
harddisk 20Gb plus NIC 100Mbps, setidaknya mampu untuk layani
empat client).
A.1).Siapkan PC server dengan instalasi penuh Distro Slackware.
Gunakan IP 192.168.0.1 sebagai IP PC server (hal ini nanti terkait
dengan konfigurasi selanjutnya). Dan asumsi bahwa kita berjalan di
mode teks-multi user (alias init 3).
Boleh versi 11.0 atau 12.0, dua-duanya jalan lancar saat saya coba.
Untuk distro lainnya, saya kira bisa berjalan juga asal konfigurasinya
dimodifikasi sedikit untuk penyesuaian.
(Soalnya PC server untuk percobaan LTSP ini cuman satu-satunya,
itu pun sekalian untuk bekerja. Jadi saya anggap disini anda meng-
gunakan distro Slackware, oke?)
A.2).Instalasi penuh LTSP versi 4.1.
Sayangnya saya sampai dengan saat ini hanya “sempat” mencoba
versi 4.1. Versi ini masih berjalan dengan kernel 2.4.26, tapi sudah
auto detect FlashDisk (via rc.usb -modifikasi-).
Oke, silakan instalasi penuh dengan tujuan folder /tftpboot
Folder ini nantinya yang akan kita pergunakan sebagai folder LTSP,
lakukan dengan perintah (sbg root):
installpkg -root /tftpboot ???.tgz
NB: Gantilah ???.tgz dengan package yg akan diinstall
Bila paket masih berbentuk rpm maka silakan dikonversi menjadi tgz
lebih dulu
rpm2tgz ???.rpm
B. Persiapan Layanan di PC Server.
B.1). Menyiapkan layanan yang terkait dengan LTSP di PC server.
NB: Bisa saja kita gunakan script ltspadmin dari proyek LTSP sendiri,
hanya sayangnya tidak valid hasil pemeriksaannya terhadap distro
Slackware
Hal ini mungkin disebabkan LTSP -default- dibangun
diatas distro Redhat, dan sekarang -include- di Ubuntu. Jadi script
tersebut tidak dapat digunakan.
Setelah PC server di-instalasi penuh, maka saatnya menghidupkan
beberapa layanan (baca:service) yang terkait dengan LTSP ini.
Sebelumnya sila tambahkan beberapa fungsi pengganti untuk LTSP,
hal ini ditujukan guna penyempurnaan script agar berjalan sesuai
harapan. Filenya silakan unduh disini:
Pengganti script ltsp-4.1 di Slack11 & 12
B.1.a).DHCP
DHCP berfungsi memberikan alamat IP tertentu kepada masing-masing
PC client yang terhubung ke PC server. Semua PC client tentunya akan
berkomunikasi melalui IP tertentu ini. Layanan IP ini, kita akan pasang
secara dinamik, jadi IP yang diberikan ke PC client selalu berubah
menyesuaikan urutan permintaan IP. PC client yang lebih dulu boot akan
mendapatkan IP lebih awal daripada client yang melakukan boot berikut-
nya. Kita akan ubah file konfigurasinya sebagai berikut:
File –> /etc/dhcpd.conf
next-server 192.168.0.1;
ddns-update-style none;
default-lease-time 21600;
max-lease-time 21600;
option subnet-mask 255.255.255.0;
option broadcast-address 192.168.0.255;
option routers 192.168.0.1;
option domain-name-servers 192.168.0.1;
option root-path "192.168.0.1:/tftpboot";
subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 {
range dynamic-bootp 192.168.0.2 192.168.0.11;
filename "vmlinuz";
}
Pada layanan ini, PC client akan mendapatkan IP tertentu yang dinamik
dan akan mengambil file di 192.168.0.1:/tftpboot/vmlinuz sebagai kernel
bootingnya.
Selanjutnya layanan ini sebaiknya dihidupkan secara otomatis. Kita
sisipkan baris di bawah ini:
File –> /etc/rc.d/rc.local
/usr/sbin/dhcpd
B.1.b).TFTP
TFTP berfungsi untuk menyediakan transfer file tertentu via jaringan.
Layanan ini adalah bentuk dasar dari protokol transfer file, yang tidak
dilengkapi dengan
autentifikasi.
Pada distro Slackware, layanan ini disediakan oleh inetd. Jadi kita hanya
akan menyisipkan baris di bawah ini:
File –> /etc/inetd.conf
tftp dgram udp wait root /usr/sbin/tcpd in.tftpd /tftpboot
B.1.c).NFS
NFS berfungsi untuk menyediakan file guna berbagi dengan jaringan PC
lainnya, dalam hal ini adalah PC client. File pada folder mana saja yang
akan dibagikan ke jaringan, didefinisikan terlebih dahulu. Jadi penyediaan
file library, config, binary dan lainnya disediakan oleh layanan NFS ini.
Kita ubah dengan konfigurasi seperti di bawah ini:
File –> /etc/exports
/tftpboot 192.168.0.0/255.255.255.0(ro,no_root_squash,sync)
B.1.d).XDMCP
XDMCP berfungsi untuk menyediakan layanan session dan login grafis
PC client ke PC server. Untuk mengaktifkan layanan ini, kita akan
mengubah file konfigurasi berikut:
File –> /etc/X11/xdm/Xaccess
* #any host can get a login window
File –> /etc/X11/xdm/xdm-config
! SECURITY: do not listen for XDMCP or Chooser requests
! Comment out this line if you want to manage X terminals with xdm
! DisplayManager.requestPort: 0
Juga ubah file berikut:
File –> /etc/rc.d/rc.4
# Try to use GNOME's gdm session manager. This comes first because
# if gdm is on the machine then the user probably installed it and wants
# to use it by default:
#if [ -x /usr/bin/gdm ]; then
# exec /usr/bin/gdm -nodaemon
#fi
#
# Someone thought that gdm looked prettier in /usr/sbin,
# so look there, too:
#if [ -x /usr/sbin/gdm ]; then
# exec /usr/sbin/gdm -nodaemon
#fi
#
# Not there? OK, try to use KDE's kdm session manager:
#if [ -x /opt/kde/bin/kdm ]; then
# exec /opt/kde/bin/kdm -nodaemon
#fi
#
# If all you have is XDM, I guess it will have to do:
if [ -x /usr/X11R6/bin/xdm ]; then
exec /usr/X11R6/bin/xdm -nodaemon
fi
NB: Kita gunakan XDM daripada GDM maupun KDM karena XDM lebih irit
resource daripada GDM dan KDM.
B.1.e).Ubah daftar PC yang akan menggunakan LTSP.
Silakan ubah file berikut:
File –> /etc/hosts
# For loopbacking.
127.0.0.1 localhost
192.168.0.1 server.ltsp server
192.168.0.2 ws001.ltsp ws001
192.168.0.3 ws002.ltsp ws002
192.168.0.4 ws003.ltsp ws003
192.168.0.5 ws004.ltsp ws004
# End of hosts.
B.2). Hidupkan layanan yang terkait dengan LTSP.
Sebagai root, kita akan hidupkan satu per satu layanan tersebut.
B.2.a).DHCP
/usr/sbin/dhcpd
chmod 755 /etc/rc.d/rc.dnsmasq
/etc/rc.d/rc.dnsmasq start
(nantinya setelah reboot akan otomatis berjalan karena sudah ada perintah
menjalankan di rc.local. Lihat poin 3.a.)
B.2.b).TFTP
/etc/rc.d/rc.inetd restart
(nantinya setelah reboot akan otomatis berjalan)
B.2.c).NFS
/usr/sbin/exportfs -av
/etc/rc.d/rc.nfsd restart
(nantinya setelah reboot akan otomatis berjalan)
B.2.d).XDMCP
Bila anda saat ini di mode grafis, silakan tekan Ctrl-Alt-F6 untuk
masuk ke konsole, lalu login sbg root. Setelah itu ketik perintah berikut:
/sbin/init 3
/usr/bin/xdm
Bila anda saat ini di mode teks, sila ketikkan perintah berikut:
/usr/bin/xdm
(nantinya setelah reboot akan otomatis berjalan)
C. Pemeriksaan layanan PC Server.
Secara umum, begitu kita ketikkan perintah di bawah ini maka
akan ada laporan mengenai keaktifan layanan tersebut.
Apabila layanan belum aktif, coba kita periksa ulang semua
konfigurasi yang ada di sub B.1. sebelumnya.
netstat -l|grep udp
Hasilnya -setelah dipotong yang perlu saja- adalah :
udp 0 0 *:bootps *:*
udp 0 0 *:tftp *:*
udp 0 0 *:nfsd *:*
udp 0 0 *:xdmcp *:*
Baris ke-1 menyatakan bahwa DHCPD aktif,
baris ke-2 menyatakan bahwa TFTPD aktif,
baris ke-1 menyatakan bahwa NFSD aktif,
baris ke-1 menyatakan bahwa XDMCP aktif.
D. Persiapan PC Client.
D.1).Kita akan coba dengan floppy sebagai perangkat booting LTSP.
Hal ini sebenarnya sama dengan artikel yang pernah saya tulis, silakan
simak Instalasi-Cepat-Ala-NFS
Silakan unduh file di bawah ini, bila anda malas membaca artikel
diatas tadi …
Images Floppy
Jadi kita akan rekamkan images dalam file tersebut ke floppy-diskette,
lalu booting dengannya. Bila hal ini berhasil, maka LTSP anda sukses
D.2).Selanjutnya terserah anda, apakah akan tetap booting via floppy
(dengan images tadi) atau dengan HDD -hard disc drive- “tua” (ukuran
<10Gb, hanya butuh 100kb saja koq) atau dengan CD -compact disc-
(butuh 500kb) atau siap rekam ke EEPROM yang ada di NIC ?
Silakan saja pilih yang elegan untuk anda sendiri
NB : Perhatian, semua file di-compress dengan gzip !
Untuk rekam ke EEPROM, kita akan memerlukan EEPROM
programmer.
File petunjuk untuk semua image (terima kasih untuk Paolo Salvan):
Readme-First
File images network untuk harddisk:
Images Harddisk
Images MBR Hdd
File images network untuk CD:
Images ISO-CD


6 responses so far ↓
aaN // Agu 22nd 2008 at 5:09 pm
mantaf.. bagus loh tulisane pak hadi…
slacky_cml // Agu 25th 2008 at 10:21 am
Makasih dah mampir.
Tapi nih ditulis sesuai janjiku, jadi impas ya
Mudah-mudahan bisa diterapkan di Zencafe.
Tulis juga dong, kalo memang ada perbedaannya, soalnya langkah2 disini hanya pengalaman pribadi.
wewen // Agu 25th 2008 at 11:32 pm
me kena mas
oh ya saya mau nanya mas cara masukin program ke room LTSp gimana ya? mohon bantuannya
slacky_cml // Agu 26th 2008 at 12:24 pm
Mas Wewen, maksudnya gimana ?
Kalo hanya sekedar nambah aplikasi di LTSP, ya tinggal instal di Server nya aja.
Nanti otomatis akan muncul di Client nya juga. Coba saja dulu ya. Mudah koq
A. Hardiena // Agu 26th 2008 at 5:32 pm
pada dasarnya ga jauh beda om, wong zc basisnya dari slack2 juga, btw ga perlu convert dari rpm ke tgz, udah ada kok paket yg bisa langsung pake.
untuk tutorial LTSP di zc bisa liat tulisannya om Martinus Ady H.
http://pemula.blogsome.com/2007/05/02/step-by-step-instalasi-ltsp-42u2-0-di-zencafe-10zenwalk44
owh iy, minimal rekomended mnurut ane ntu masih terlalu tinggi om, dengan P3-700 ram 784 masih mampu ngangkat untuk 4 client dgn XFCE. soalny tadinya wnet ane pake server dgn spek sgitu
slacky_cml // Agu 26th 2008 at 7:53 pm
Ya … itu kan cuma saran, biar lega dikit lah. Barangkali client juga mau pakai KDE ?

Jadi biar Server nya ga lemot2 amat, karena disedot tenaganya sama Client
Yang pakai distro zencafe, silakan merujuk ke blog nya om Martinus, makasih link nya om Anjar.
Intinya, tdk ada yg tdk bisa dilakukan … asal oprek/usaha dulu
Leave a Comment